Dahsyatnya Shalawat

February 10, 2009 at 11:49 pm Leave a comment

Ada empat perbuatan ringan yang apabila kita lakukan, maka kita termasuk
golongan orang yang tidak terpuji.
1. Seseorang yang membuang air kecil sambil berdiri, 2. Seseorang yang
mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, 3. Seseorang yang mendengar
adzan tetapi ia tidak menirukan seperti apa yang diucapkan muadzin, 4.
seseorang yang apabila mendengar nama Nabi Muhammad Saw disebut, tetapi
tidak membacakan shalawat atasnya.

Sabda Nabi Muhammad Saw:

Artinya:
“Empat perbuatan termasuk perbuatan yang tidak terpuji, yaitu (1)
bila seseorang buang air kecil sambil berdiri, (2) seseorang yang mengusap
dahinya sebelum selesai dari shalat, (3). Seseorang yang mendengar adzan
tetapi ia tidak menirukan seperti yang diucapkan muadzin, (4) seseorang
yang apabila mendengar namaku disebut, tetapi ia tidak membacakan shalawat
atasku. (HR. Bazzar dan Tabhrani)

Dalam ibadah sehari-hari, sebenarnya ada sebuah perbuatan ringan yang
apabila kita lakukan mendatangkan akibat yang maha dahsyat, dan apabila
kita tinggalkan maka kita termasuk golongan orang yang tidak berbalas
budi.
Pada saat kita telah diberi bantuan oleh orang lain, sudahlah pasti akan
mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atau mungkin mengucapkan doa
untuk kebaikannya. Begitu pula dengan Rasulullah Saw yang telah
mengeluarkan kita dari lembah kegelapan menuju alam terang benderang,
maka sudahlah pantas bagi kita untuk selalu mengucapkan sholawat dan
salam atas beliau, sebagai ungkapan rasa terima kasih dan kecintaan kita
atas segala jasa dan perjuangan yang tak tertandingi di alam jagad ini.
Dalam ibadah-ibadah lain, Allah Swt memerintahkan kepada hamba-hambaNya
untuk mengerjakannya, namun khusus dalam perintah membaca shalawat, Allah
Swt
menyebutkan bahwa Allah sendiri bershalawat atasnya, kemudian
memerintahkan kepada malaikatNya, baru kemudian pada orang-orang yang
beriman untuk bershalawat atasnya. Dengan hal ini semakin menunjukkan
bahwasanya melakukan shalawat atas Nabi muhammad saw, tidak cuma sekedar
ungkapan terima kasih, tetapi ia juga menjadi ibadah yang utama.

Bila kita ingin mengetahui bahwa shalawat termasuk ibadah yang utama,
maka perhatikan dan renungkan firman Allah Swt dalam al-Quran:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya, bershalawat atas Nabi,
wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan
salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab 56).

Dari ayat tersebut kita mengetahui, Allah Swt saja sang Pencipta jagad
raya dan mahkluk seluruh dunia termasuk diri kita yang kecil ini, mau
bershalawat terhadap Nabi Muhammad Saw, dan juga para malaikat yang telah
dijamin tak akan berbuat kesalahan turut bershalawat terhadap nabi,
mengapa diri kita yang telah diselamatkan beliau masih melupakan ibadah
yang teramat mulia ini. Sesungguhnya perbuatan seseorang menunjukkan pada
perangai dirinya.

Shalawat adalah sebuah ibadah yang tidak berbatas alam, jarak ataupun
waktu. Artinya bila diucapkan maka akan menembus alam langit yang sangat
jauh, didengar para malaikat, lalu turut menyampaikan doa bagi manusia
yang mengucapkannya, dan menembus Alam kubur menyampaikan salam yang
diucapkan manusia kepada Nabi Muhammad Saw.
Nabi Saw bersabda:
“Tidak ada salah seorang di antara kamu yang mengucapkan salam
kepadaku sesudah aku mati melainkan malaikat jibril datang kepadaku seraya
mengucapkan: ‘wahai Muhammad, ini Fulan bin Fulan mengucapkan salam
untukmu, maka aku menjawab: “dan atasnya salam dan rahmat serta
berkah dari Allah”. (HR. Abu Daud)

Lalu apa fadhilah mengucapkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi
Besar Muhammad Saw?
Ada beberapa riwayat dari hadist Rasulullah Saw, Atsar sahabat Radiallahu
anhum dan pengalaman beberapa ulama yang mengisyaratkan imbalan bagi
mereka yang mau bershalawat.

1). Shalawat membersihkan dosa
Sabda Nabi Saw:
“bacalah shalawat atasku karena sesungguhnya shalawat atasku
membersihkan dosa-dosamu, dan mintalah kepada Allah untukku
wasilah”. Para sahabat bertanya: “apakah wasilah itu?”
beliau menjawab: “derajat yang paling tinggi di sorga yang hanya
seorang saja yang akan memperolehnya dan aku berharap semoga akulah orang
yang memperolehnya”.

2). Shalawat berpahala sepuluh rahmat Allah dan menghapus sepuluh kesalahan
Sabda Nabi Saw:
“barangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah
akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh
kesalahannya” (HR. Nasai)

3). Dikabulkan hajat di dunia dan akhirat
Sabda beliau Saw:ז
“barangsiapa yang membacakan shalawat untukku pada suatu hari
seratus kali, maka Allah akan memenuhi seratus hajatnya, 70 di antaranya
nanti di akhirat dan 30 di dunia. (Kitab Jam’ul Jawami’, Hal:
796)

4). Terangkatnya derajat manusia
Sabda beliau Saw:
“barangsiapa di antara umatku yang membacakan shalawat atasku satu
kali dengan ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah menurunkan sepuluh
rahmat kepadanya, mengangkat sepuluh derajat kepadanya, dan menghapus
sepuluh kesalahan”. (HR. Nasai)

5). Menjadikan doa cepat terkabul
Bahwasanya Umar bin Khattab Ra berkata: “Saya mendengar bahwa doa
itu ditahan diantara langit dan bumi, tidak akan dapat naik, sehingga
dibacakan shalawat atas nabi Muhammad Saw”. (Atsar Hasan, Riwayat
Tirmidzi)

Ada sebuah cerita, bahwasanya ulama besar Sufyan ats Tsauri sedang thawaf
mengelilingi ka’bah dan melihat seseorang yang setiap kali
mengangkat kaki dan menurunkannya senantiasa membaca shalawat atas nabi.
Sufyan bertanya: “Sesungguhnya engkau telah telah tinggalkan tasbih
dan tahlil, sedang engkau hanya melakukan shalawat atas Nabi. Apakah ada
bagimu landasan yang khusus? Orang itu menjawab: “Siapakah engkau?
Semoga Allah mengampunimu. Sufyan menjawab: “Saya adalah sufyan ats
tsauri”. Orang itu berkata: “seandainya kamu bukanlah orang
yang istimewa di masamu ini niscaya saya tidak akan memberitahukan masalah
ini dan menunjukkan rahasiaku ini”.
Kemudian orang itu berkata kepada sufyan: “sewaktu saya mengerjakan
haji bersama ayahku, dan ketika berada di dekat kepalanya ayahku meninggal
dan mukanya tampak hitam, lalu saya mengucapkan “innalillah wa inna
ilahi rajiun” dan saya menutup mukanya dengan kain. Kemudian saya
tertidur dan bermimpi, dimana saya melihat ada orang yang sangat tampan,
sangat bersih dan mengusap muka ayahku, lalu muka ayahku itu langsung
berubah menjadi putih. Saat orang yang tampan itu akan pergi, lantas saya
pegang pakaiannya sambil bertanya: “wahai hamba Allah siapakah
engkau? Bagaimana lantaran kamu Allah menjadikan muka ayahku itu langsung
berubah menjadi putih di tempat yang istimewa ini?. Orang itu menjawab:
“apakah kamu tidak mengenal aku? Aku adalah Muhammad bin Abdullah
yang membawa al-Quran. Sesungguhnya ayahmu itu termasuk orang yang
melampaui batas (banyak dosanya) akan tetapi ia banyak membaca shalawat
atasku. Ketika ia berada dalam suasana yang demikian, ia meminta
pertolongan kepadaku, maka akupun memberi pertolongan kepadanya, karena
aku suka memberi pertolongan kepada orang yang banyak memperbanyak
shalawat atasku”. Setelah itu saya terbangun dari tidur, dan saya
lihat muka ayahku berubah menjadi putih. (Dari Kitab: Tanbihun Ghofilin,
as-Samarqhondi, hal: 261)

Begitu dahsyatnya balasan shawalat terhadap Nabi Saw. sehingga bagi
siapapun yang mengucapkannya akan melibatkan Allah, para malaikat dan Nabi
Muhammad Saw langsung membalasnya, tidak cuma balasan pahala, imbalan atau
keselamatan di akhirat, tetapi juga mendapat syafaat dari Nabi Muhammad
Saw.
Orang yang mendengar shalawat atas nabi, tetapi tidak menjawabnya lalu ia
meninggal dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari RahmatNya.
Sabda Nabi:
“Jibril datang kepadaku dan berkata: “wahai Muhammad,
barangsiapa yang mendapatkan bulan ramadhan namun ia tidak diampuni
dosanya, lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah akan menjauhkan dari
RahmatNya. Aku menjawab: “amin”. Jibril berkata lagi:
“barangsiapa yang masih bertemu dengan kedua orangtuanya atau salah
satu diantaranya kemudian tidak berbuat baik pada orang tuanya, lalu mati
dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku menjawab:
“Amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang
disebutkan namamu (muhammad) namun ia tidak membacakan shalawat lalu ia
mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku
mengucapkan “Amin”. (HR. Ibnu Hibban).

Ucapkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw, disaat kita senggang,
disaat akan menggubah posisi kegiatan kita, disaat kapanpun, dimanapun
selagi kita mampu. Dan bila ada yang mengucapkan shalawat:
Jangan lupakan shalawat, karena bila kita lupa berarti kita telah
melupakan seseorang yang telah menunjukkan kita kejalan yang lurus yaitu
Nabi Muhammad Saw. bila kita telah melupakan shalawat berarti kita telah
melupakan dan keliru dari jalan yang seharusnya kita tempuh menuju sorga.
“barangsiapa yang lupa membaca shawalat atasku, berarti ia telah
keliru dari jalan ke sorga” (HR. Ibnu majah).

Ustadz Abdul Rahim Yunus, MA

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Para Nabi Pun Berdoa Jagalah Mata, Jagalah Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


February 2009
M T W T F S S
« Aug   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Recent Posts

Visitors

free counters

%d bloggers like this: