Belajar dari pohon pisang

March 24, 2009 at 10:35 am Leave a comment

Pohon pisang, pohon yang bisa dibilang “multifungsi”. Buah, sama-sama kita tahu enak dan bergizi. Daun, biasa digunakan untuk membungkus makanan, membuat pepes, dsb. Dari daun, buah, bunga, bahkan batangnya dapat dimanfaatkan. Pernahkah kita perhatikan pohon pisang yang berbuah? Apa artinya ketika pohon pisang telah menampakkan buahnya? Itu berarti tinggal menghitung hari hingga saat-saat kematiannya. Namun, pernahkah kita perhatikan? Ketika pohon pisang berbuah, pasti sudah ada tunas baru tumbuh di bonggolnya.

Lalu, apa yang dapat diambil dari kematian pohon pisang? Ya, kita harus bisa berguna bagi orang lain sebelum ajal menjemput. Seseorang pernah berkata,”orang yang paling sukses adalah orang yang paling dapat berguna bagi orang lain.” Jadi, ketika semakin banyak orang yang sukses karena kita, di situlah letak kesuksesan kita. Tetapi, kesuksesan itu tetap ada batasannya. Kesuksesan yang seperti itu hanya dapat dicapai dengan keimanan kepada Allah. Ingat! Bahwa salah satu syarat diterimanya sebuah amal adalah keimanan kepada Allah. Seumpama kita jadi seorang motivator. Sudah ribuan orang yang kembali memiliki semangat hidup karena kita. Nama kita sudah terdengar ke mana-mana. Dan banyak orang bwerterimakasih kepada kita. Tetapi ketika semua yang kita lakukan sehingga kita mendapatkan semua itu tidak dilandasi dengan iman dan dengan tujuan hanya mencari ridha Allah, itu sama saja “nol besar”. Itu yang pertama.

Lalu, yang kedua yaitu strategi. Dari pohon pisang yang mati akan tumbuh satu, dua , atau bahkan tuga tunas bari. Dari yang ini dapat diambil, bahwa ketika kita sudah bermanfaat bagi orang lain, berikutnya yang harus kita pikirkan yaitu, bagaimana kemanfaatan kita itu dapat terus bermanfaat bagi orang lain di waktu mendatang. Salah satu kesuksesan yang paling mudah ditularkan adalah ilmu. Ilmu yang terus-menerus ditularkan itu seperti pohon pisang yang terus berbuah dan mengelurkan tunas. Ketika kita punya ilmu yang didapat dari guru, lalu kita amalkan. Terus kita ajarkan pada teman di sekitar kita. Lalu teman itu mengajarkan ke teman lainnya. Begitu seterusnya hingga ilmu itu akan terus digunakan dan bermanfaat. Tentu saja dengan tambahan nasehat untuk menularkan ilmu tersebut. Dengan terus digunalannya ilmu tersebur, pahala akan terus mengalir meski kita telah ,mati. Itu salah satu contoh. Dan masih banyak contoh yang lain.

zaid171

Entry filed under: belajar dari ciptaan Allah. Tags: .

Belajar dari padi Indahnya memaafkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


March 2009
M T W T F S S
« Feb   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Recent Posts

Visitors

free counters

%d bloggers like this: